Dikesempatan yang cerah ini admin akan berbagi lagi berkas karya tulis yang admin punya yakni berupa karya tulis tentang "Pembuangan Limbah Di Sungai" seperti pada postingan yang saya sebelumnya karya tulis ini hasil dari anak-anak Ma dr ibnu Mas'ud wiradesa. tujuan dari pembuatan karya tulis ini Berdasarka rumusan permasalan yang terjadi dimasyarakat di daerah saya yakni mengenai limbah sungai yang semakin lama semakin menjadi-jadi sehingga sipembuat membuat karya tulis ini sebagai rangkuman dari sebuah penelitian yang mereka buat berdasarkan fakta yang ada di daerah tersebut. nah untuk kalian yang sedang mencari artikel ataupun karya tulis dengan tema yang sama kalian bisa kok menkopi dari blog ini dengan senang hati saya mempersilahkanya. didalam karya tulis ada juga harapan dan saran dari sipembuat. nah silahkan bisa kalian simak hasil karya tulis ini dibawah.

PEMBUANGAN LIMBAH
DI SUNGAI DESA DELEGTUKANG
PENELITIAN
Disusun Oleh:
1.Chulifatus Solikha
( 1285 )
2.Murniati ( 1275 )
3.Nur Qoimah
( 1276 )
4.Putri Mahmil F.H
(
1278 )
5.Siti Fenni Azarotun
(
1280 )
MA Dr. IBNU MAS’UD
WIRADESA
KECAMATAN WIRADESA
KABUPATEN PEKALONGAN
Jl.Raya Wiradesa-Kajen KM.4 Gg.selatan masjid darussalam
delegtukang wiradesa pekalongan
2016
PENGESAHAN
Diterima dan disahkan oleh
Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk diajukan sebagai tugas.
Guru Mata Pelajaran
FERRY IVANDA,S.Pd
KATA PENGANTAR
Puji syukur
kehadirat Allah swt, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya,sehingga
kami dapat menyelesaikan penyusunan hasil penelitian sesuai dengan harapan kami
.
Penyusunan tugas ini tidak lepas dari bantuan Guru Mata
Pelajaran serta pihak-pihak yang ikut berpartisipasi dalam menyelesaikan tugas
ini.
Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada:
1.
Bapak
Ferry Ivanda.S,Pd, selaku guru mata pelajaran
2.
Bapak
Endang Mulyo,selaku kepala desa Delegtukang
3.
Masyarakat
desa Delegtukang
Kami mengharapkan
kritik dan saran dari pembaca.Dengan demikian tugas penelitian ini dapat
bermanfaat bagi kami khususnya dan pembaca pada umumnya.
Wiradesa, 2 Februari 2016
Penyusun
DAFTAR ISI
JUDUL
I
PENGESAHAN
II
KATA PENGANTAR
III
DAFTAR ISI
IV
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
1
B.
Rumusan
Masalah
1
C. Tujuan
Penelitian
1
D. Manfaat
Penelitian
1
BAB II LANDASAN TEORI
Landasan
Teori
3
BAB III PEMBAHASAN
A. Pengertian Pencemaran Air
4
B. Faktor –Faktor Yang Menyebabakan Pencemaran Air
4
C. Dampak Pencemaran Air
5
D.
Cara
Penanggulangan
5
E. Upaya Pencemaran Air
6
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
7
B. Saran
7
DAFTAR
PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB
I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Pada
saat ini manusia kurang akan kesadaran lingkungan sendiri banyak diantara
mereka kurang mengerti akan kebersihan lingkungan sehingga mereka dengan
mudahnya membuang limbah yang sangat berbahaya bagi longkungan seperti halnya
aktifitas sehari-hari yang dilakukan seperti m,andi, mencuci, dan berbagai
aktivitas lain yang kita anggap sepele namun menghasilkan sisa buangan yang
ternyata dapat membahayakan bagi manusia dan lingkungan dari sekian banyak aktivitas
manusia ternyata desa delegtukang ini
yang paling berbahaya adalah limbah rumah tangga dan limbah industri .
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dirumuskan
permasalahn sebagai berikut :
1. Apa
faktor yang menyebabkan pencemaran air sungai?
2. Apa
yang di maksud pencemaran air sungai?
3. Apa
saja dampak yang di timbulkan dari pencemara air sungai ?
4.
Bagaiman upaya untuk mencegah pencemaran
air sungai?
C. Tujuan
Berdasarka rumusan permasalahn diatas maka
tujuan penyusunan laporan observasi ini adalah sebagi berikut:
1. Untuk
mengetahui faktor yang menyebabkan tercemarnya air sungai
2. Untuk
mengetahiu pengertian dari pencemaran air sungai
3. Untuk
mengetahui dampak yang timbulkan
4.
Untuk mengetahui upaya dari pencemaran
air sunagi
D. Manfaat
* Bagi peneliti
a. mengetahui penyebab
pencemaran air sungai
b. mengetahui kualitas air sungai
c. dapat menghimbau masyarakat tentang bahaya
pencemaran air sungai
*
Bagi masyarakat
Agar
masyarakat lebih menjaga kelestarian lingkungan dan kualitas air sungai terjaga
dan bermanfaat untuk kebutuhan sehari – hari. Upaya
masyarakat betapa pentingnya kelestarian sungai.
*Bagi
industri
Agar para industri tahu khususnya industri
Desa Delegtukang tidak membuang limbahnya ke sungai atau dikelpla terlebih
dahulu sebelum dibuang ke
sungai.
BAB
II
LANDASAN TEORI
Pencemaran sungai adalah tercemarnya air sungai yang
disebabkan oleh limbah rumah tangga dan limbah industri yang terdapat dalam air
serta gangguan kimia yang dapat mengganggu kesehatan manusia atau makhluk hidup
lain yang memanfaatkan air sungai tersebut.
Pencemaran
air berdampak besar terhadap penurunan kualitas air tidak semakin banyak limbah
disungai maka sesemakin berkurangnya kualitas air sehingga air perlu dijaga,
dilindungi, dan dilestarikan karna sangat penting bagi seluruh kehidupan.
BAB
III
PEMBAHASAN
A.
Pengertian pencemaran
Pencemaran sungai adalah tercemarnya air sungai yang disebabkan oleh
limbah rumah tangga dan limbah industri yang terdapat dalam air serta gangguan
kimia yang dapat menggangu kesehata.
B. faktor-
faktor yang menyebabkan pencemaran air:
Pada dasarnya
pencemaran air sungai disebabkan oleh beberapa factor :
1. Berkembangya
industri- industri
Saat ini desa kami, desa delegtukang
industrinya semakin berkembang baik itu jumlah, teknologi, tingkat produksi
maupun limbah yang di hasilkan . industri industri khususnya yang berada di
dekat aliran sungai cenderung akan membuang limbahnya ke dalam sungai baik itu dari kemauan sendiri atapun hanya
ikut-ikut pengusaha lain.
Hai ini dapat mencemari ekosistem air,
karena pembuangan limbah industri ke dalam sungai dapat menyababkan berubahnya
susunan fisik air tersebut seperti, air berbau tidak sedap, air berubah warna,
dan kotor.
2. Belum
tertanganinya pengendalian limbah rumah tangga.
Limbah rumah tangga yang belum
terkendali merupakan salah satu faktor yang menyababkan pencemaran khususnya
air sungai. Karena dari limbah rumah tangga menghasilkan beberapa zat organik
dan zat anorganik yang dibuang dan dialirkan ke dalam sungai, selain itu,limbah
juga membawa bibit penyakit yang dapat menular pada manusia dan hewan.
3. Kebudayaan
masyarakat
Sikap masyarakat yang lebih
mementingkan rasa praktis dan egoisme sendiri.
Mereka lebih mementingkan hanya
dari sisi kemudahan tidak memikirkan dampak yang akan terjadi.Mereka yang
tinggal dekat dengan sungai lebih mudah membuang limbah tanpa harus berfikir
panjang.
4.
Belum
adanya kemitraan antara pemerintah dengan masyarakat
Dari tindakan masyarakat yang dapat merusak lingkungan
sungai, belum adanya tindakan tegas dari pemerintah untuk menangani hal
tersebut. Pemerintah kurang bertindak tegas bahkan acuh tak acuh mengenai
masalah ini.
C. Dampak
dari pencemaran air sungai
Peran
air sebagai pembawa penyakit menular bermacam-macam antara lain :
a. Air
sebagai media untuk hidup mikroba.
b. Jumlah
air yang tersedia tidak cukup sehingga manusia bersangkutan tidak dapat
membersihkan diri.
Dengan
banyaknya zat organik yang dibuang ke perairan tersebut akan semakin tercemar
yang biasanya di tandai dengan bau yang menyengat disamping tumpukan yang dapat
mengurangi estetika lingkungan.Berikut
dampaknya:
1. Konsentrasi bahan pencemar yang berbahaya bagi kesehatan
tubuh.
2. Terjadi peningkatan bibit penyakit.
3. Berkurangnya unsur hara tanah karena bahan kimia dari
limbah tahu.
4. Matinya organisme zat pengurai tanah akibat dari
pencemaran tanah karena limbah.
5. Tercemarnya air bersih karena adanya limbah cair yang
berbahaya.
6. Rusaknya ekosistem makhluk hidup seperti : ekosistem
ikan.
7. Sampah anorganik disungai dapat menghalangi cahaya
matahari dapat menghambat proses fotosintesis dari tumbuhan air dan alga yang
menghasilkan oksigen.
8. Industri membuang berbagai limbah ke dalam sungai seperti
sisa-sisa pengolahan hasil industri,air limbah tersebut mempunyai efek terutama
dapat mengakibatkan banjir,erosi kekurangan sumber air dan lain-lain.
D. Cara penanggulangan
Banyak
hal yang dapat kita lakukan sebagai cara penanggulangan pencemaran air sebagai
berikut:
1. Sadar akan kelangsungan ketersediaan air dengan tidak
merusak atau mengeksploitasi sumber mata air agar tidak tercemar.
2. Tidak membuang sampah kesungai.
3. Mengurangi intensitas limbah rumah tangga.
4. Melakukan penyaringan limbah pabrik sehingg limbah yang
nantinya bercampur dengan air sungai bukanlah limbah jahat yang merusak
ekosistem.
5. Pembuatan saluran yang benar dan bersih agar
sumber-sumber air bersih lainnya tidak tercemar.
6.
Seharusnya
Pemerintah memberikan berbagai fasilitas-fasilitas kebersihan serta adanya
penyuluhan agar masyarakat mengetahui akan pentingnya kebersihan sungai.
7.
Melakukan
penanaman pohon-pohon selain bisa mencegah longsor diakui mampu menyerap air
dalam jumlah banyak. Itu sebabnya banyak bencana banjir akibat penebangan pohon
secara massal.
8.
Perubahan
perilaku masyarakat.
E.Upaya Pencemaran lingkungan.
Adapun upaya yang perlu kita lakukan sebagai
berikut ;
1. Secara
administrasi upaya pencegahan pencemaran lingkungansecara administrasi adalah
pencegahan pencegahan pencemaran yang dilakukan oleh pemerintah dengan cara
mengeluarkan kebijakan/peraturan yang berhubungan dengan lingkungan hidup.
2. Secara
teknologis : cara ini ditempuh dengan mewajibkan pabrik untuk memiliki unit
pengelolahan limbah sendiri
sebelum limbah pabrik dibuang kelingkungan. Pabrik wajib mengolah limbah
tersebut terlebih dahulu sehingga menjadi zat yang tidak b erbahaya bagi
lingkungan.
3. Secara Edukatif : cara ini ditempuh dengan
penyuluhan-penyuluhan terhadap masyarakat akan pentingnya lingkungan dan betapa
bahayanya pencemaran lingkungan.Selain itu,dapat dilakukan melalui jalur
pendidikan formal atau sekolah.
BAB IV
PENUTUPAN
A.Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang
kami lakukan dapat disimpulkan bahwa kondisi sungai di desa Delegtukang ini
cukup memprihatikan, dapat dibuktikan dengan adanya penumpukan sampah di
sekitar bantaran sungai. Setelah kami melakukan penelitian,kami menjumpai
masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan dapat dilihat perilaku
masyarakat membuang sampah sembarangan dan pembuangan limbah industri tahu
kesungai yang menyebabkan sungai tercemar, perilaku yang dilakukan masyarakat
sekitar sudah menjadi budaya yang sudah berjalan sejak lama, sebenarnya budaya
tersebut harus dikurangi dan dihilangkan agar terjaganya kualitas lingkungan
hidup.
Kurangnya partisipasi pemerintah
dalam menanggulangi masalah ini sehingga masyarakat pun tidak merasa bersalah
dan kurangnya kesadaran dari masyarakat itu sendiri. Sebenarnya hal tersebut
dapat ditanggulangi dan penggurangan jumlah perncemaran air sungai dengan upaya
– upaya tertentu.
B.
Saran
Agar pencemaran sungai dapat dikurangi bahkan tidak ada lagi,
saran dari kami adalah
·
Sebaiknya
kita harus berhati-hati menggunakan air karna jika air sudah tercemar maka
tidak dapat menggunakan secra maksimal
·
Jagalah
air dilingkungan rumah dan sungai agar tetep bersih
·
Jangan
membuang sampah ke sungai, buanglah sampah pada tempatnya agar tidak terjadi
pencemaran air
·
Untuk
limbah industri sebelum limbahnya di buang sebaiknya diolah terlebih dahulu.
·
Manfaatkan
barang – barang bekas untuk meminimalisir banyaknya sampah
·
Pemerintah
seharusnya bertindak tegas serta memberi fasilitas – fasilitas penunjang.
·
Budaya
masyarakat yang harus dirubah
Nah buat kalian para pembaca yang ingin mengambil ataupun mendapatkan artikel ini dalam bentuk dokumen word admin sudah menyiapkanya dan bisa kalian download DISINI
semoga artikel yang admin bagikan ini bisa bermanfaat buat kalian dan para pembaca terima kasih telah berkunjung.
Wassalamualaikum wr wb.